KETIKA HIDAYAH MENYAPA

Guys, kenal nggak sama Aristoteles? Dia bilang gini, “Alam tidaklah membekali perempuan dengan persiapan ilmu pengetahuan (intelektual) yang patut dibanggakan”. Kira-kira sebagai perempuan gimana perasaaan mu???

Lebih keras lagi, Socrates bilang, “Perempuan adalah sumber besar dari kekacauan dan perpecahan dunia”.  Duuuuuuuuuhh, sakiiiiiiiiiiit!!!

Emang sih, bagi kaum Adam ujian terberat itu adalah harta, tahta dan wanita. Tapi kira-kira kalau begini jadinya, apa tetap wanita yang harus jadi bahan bully-an???

Bagi yang udah nonton film KARTINI yang baru aja release, pasti tau untaian kalimat kang mas yang membuat Kartini bahagia walaupun sedang dipingit, “Ragamu boleh terkurung Nil, tapi jangan biarkan pikiranmu juga terkurung!!!!!!!”

Dan kita tau, bagaimana akhirnya Kartini memperjuangkan pendidikan untuk perempuan Indonesia, kalau nggak, mungkin aja sampai detik ini kita masih dipingit.

Well, ladies… tuuuhhhh… ngeselin banget kan omongan Aristoteles dan Socrates, buktinya Kartini bisa membuat gebrakan seperti ini. Bukan mau menebar kebencian ya, cuma mau pastiin kalau kita sebagai cewek, perempuan, wanita, kaum hawa, “harus, mesti, kudu, wajib, memberikan yang terbaik sesuai fitrah kita sebagai muslimah, tapi bukan untuk diinjak harga dirinya, (SEMANGAT MENJADI PEREMPUAN TANGGUH)”.

Sore 22 April 2017, disertai hujan yang turun dengan mesranya, rasanya saya menyaksikan semangat itu diantara kibaran baju ungu dalam barisan. Iya, mereka!!! bidadari berbaju ungu.

“Sungguh, jika boleh berpuisi rayu,

aku ingin menumpah kata atas kecap kagum sedalam paru,

pada mereka barisan berbaju ungu,

pada mereka yang rela mengorban waktu,

pada mereka yang atas keridhoan suami datang menderu,

pada mereka yang mengadakan acara untuk ibu-ibu,

pada mereka yang membakar tenaga dan harta berpeluh biru,

pada mereka , SALIMAH pc Kalidoni, dalam gebu dan tuju,

Laa ilaaha illa anta robbi Ya Allahu Ya Qowwiyu.

terry putri
SALIMAH pc KALIDONI

Entahlah, rasanya tak selaksa lagi mampu berkata, sejak dzuhur menjelang, para ummahat tangguh ini sudah berjibaku dengan peluh untuk mensukseskan rangkaian acara sore ini, TalkShow Muslimah dengan tema KETIKA HIDAYAH MENYAPA yang pembicaranya Ustadzah Tanzimah Bustan dan Terry Putri.

hidayah
Talkshow Muslimah

Para wanita tangguh ini mulai mempersiapkan performance panggung, hingga tiba saatnya pukul 14.30 registrasi pun mulai dibuka. Berpuluh kelompok majelis ta’lim datang, jilbab merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan bunga-bunga menari-nari dalam Masjid Baiturrahman. Pembukaan dilaksanakan mulai pukul 15.00, dibuka oleh Ukhti Ifa, tilawah oleh ukhti Mimi, sambutan SALIMAH oleh ukhti Yanti, dan tak lupa sambutan dari Bunda, salah seorang senior yang di usia menjelang senjanya masih semangat untuk menebar kebaikan dengan membuka kesempatan kita untuk melaksanakan pengajian di Masjid Baiturrahman yang ternyata adalah kepunyaan beliau. Sungguh tertegun saja, dengan keadaan beliau yang tidak bisa lagi melipat kaki bersimpuh di lantai karena penyakitnya, tapi tetap bersemangat hadir dalam pengajian. Lihatlah, betapa istimewanya muslimah, dengan segala fitrah dan kemampuannya.

Lalu rangkaian acara ini diselingi dengan sambutan dari tim DPU Daarut Tauhid sebagai mitra SALIMAH pc Kalidoni dalam mendatangkan artis dan presenter nasional Terry Putri. Sambutan ini dibarengi dengan pending sementara rangkaian acara, karena waktu ashar sudah mulai menyapa.

Taraaaaaaaaaaaa… dag dig dug. Asharpun berlalu. Sembari menunggu kedatangan Si cantik Terry Putri, ukhti Mimi mempersilahkan Ustadzah Tanzimah Bustan untuk memberikan secercah muqoddimah tentang tema Ketika Hidayah Menyapa.

terry putri (3)
Ustadzah Tanzimah Bustanterry putri (2)

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

  1. Tunjukilah Kami jalan yang lurus,

Ayat yang selalu diulang dalam sholat mengawali penjelasan ustadzah, “Ihdina” tunjukilah kami… kata al-hadi… petunjuk dari Maha Yang Memberi Petunjuk… berulang kali kita meminta petunjuk kepada Allah dalam sholat kita. Dan entah sudah berpa kali petunjuk datang, sudah berapa kali pula kita ngelak dari petunjuk yang Allah berikan.

Semakin menyentuh, ingatlah kisah Maryam yang harus berjuang sendiri melahirkan putra, Isa AS, tanpa suami. Betapa tangguhnya ia dengan ujiannya. Ingatlah juga kisah Siti Asiyah, yang berhasil menyelamatkan iman dari suaminya sendiri, Fir’aun. Betapa kuatnya ia dengan ujiannya. Ingatlah pada kiah Fatimah, putri Rasulullah yang hidup dengan sangat sederhana sekali, tapi hidup bahagia dengan suaminya Ali bin Abi Thalib. Betapa kokohnya ia dengan ujiannya. Sudah berapa ujian yang datang dan berapa ribu petunjuk yang mengiringi mereka???

Well… masya allah… hadir di hadapan mata dan kepala, seorang artis cantik, Terry Putri. Anak Jawa Kalimantan yang lebih akrab disapa teteh ini, telah menemukan dan memeluk petunjuk dariNya. Kalau nanya Mbah Gugel, pasti dia bilang, Terry memutuskan berhijab sejak 20 Mei 2015. But but but… dengan penuh keyakinan si teteh bilang, “Sungguh, infotainment itu terlalu banyak menjudge. Yang benar itu bukan berhijab, tapi menutup aurat. Saya mantap menutup aurat sebenarnya sejak 2014, tapi saya belum publish di publik. Dan masih dalam proses. Saya harus buka jilbab saat bekerja dan angsur menutup aurat jika diluar jam kerja. Akhirnya 2015 pun datang dan saya mantap berhijab. Dengan segala ujiannya.

hidayah (3)
with Terry Putri

Apa yang terjadi??? “Saya kehilangan pekerjaan di 10 stasiun TV setelah memutuskan menutup aurat saat itu”. Teteh kembali menjelaskan dengan lugas, “hukum di dunia TV adalah, kalau bagian atas ketutup, maka bawahnya harus seksi sepaha. Kalau bawahnya panjang, atasnya harus kelihatan dada”. Saya berpegang pada satu tekad bahwa, “Nggak ada ketaatan, dalam kemaksiatan”! Bismillah, saya lepas semua pekerjaan saya. Teteh sambil berkaca-kaca.

Ada dua hal penting yang menjadi titik perubahan saya, kenapa saya akhirnya memutuskan untuk menutup aurat. Apa kata teteh???

  • Salah Aku

Iya, salah aku!!! Aku udah ngambil peran Allah. Aku ngira aku dapat kerjaan karena kehebatan aku bawain acara, padahal sepanjang bawa acara kerjaanku hanya gosip. Aku ngira banyak duit, karena akunya yang keren. Padahal adalah tugas Allah ngasih rejeki sama makhluknya.

  • Allah cinta aku

Setelah ikut pengajian, aku jatuh cinta pada 2 ayat sederhana

  1. Bismillahhirrohmanirrohim, dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah udah nyatain cinta, nyatain kasihnya. Selama ini aku udah nolak Allah. Aku patahin hati Allah. Kejamnya aku!
  2. Illa li ya’budun, nggak ada tugas kita di dunia selain nyembah Allah. Selama ini aku tau sama huruf hijaiyah, ya tapi Cuma gitu aja, mana tau maknanya, mana tau hikmahnya. Aku ibadah, ya tapi Cuma seadanya. Padahal allah udah selalu temenin aku, deketin aku, tapi aku ngejauh. Bodohnya aku!

Ini jalan hidayahku, hingga detik ini, aku masih berproses, proses… proses… proses… tiap kali imanku melemah, aku selalu bilang, Ting! Bangun! Gapapa! Ada Allah SWT.

UUA. Ujung-Ujungnya Allah >>>

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

  1. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Sore ini, pukul 17.30 ditutup dengan haru, bahwa Allah sudah kasih peta, sudah kasih petunjuk, tinggal keputusanmu, ingin memeluk petunjuk itu atau mencampakkanya. With Love…

“Ketika Hidayah Menyapa”…

@Rehelmi, Palembang, 29 Apr. 17

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s